BELAJAR DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN DENGAN SIAPA SAJA.

Carousel

Senin, 19 Maret 2018

Teori-Teori Masuknya Islam Di Nusantara (Indonesia)

Masa lalu adalah sebuah proses berkepanjangan yang menghasilkan masa depan

Agama islam adalah agama yang mayoritas dianut oleh masyarakat indonesia. tak kenal maka tak sayang pepatah inilih yang mendasari penulis membuat tulisan ini guna menggambarakan secara singkat beberapa teori masuknya islam di Nusantara/indonesia. 

Masuknya Islam di Nusantara terdapat dua pendapat;
  1. Menurut pendapat lama (para sarjana orientalis barat) mengatakan bahwa Islam masuk di Nusantara sekita abad ke XIII. Pendukung pendapat ini adalah;
ü  Prof.Dr.N.J.Krom; sekitarr tahun 1292 dan 1297 (batu nisan Malikul Saleh);
ü  Van Den Berg; berdasarkan berita Marcopolo tahun 1292
ü  Snouck Hargronge; Islam masuk di Nusantara pada abad  XIII dengan raja pertama Malikul Saleh
  1. Menurut pendapat baru; bahwa Islam masuk di Nusantara sejak abad ke VII dan VIII M. Pendukung dari pendapat tersebut adalah;
ü  Hamka; bahwa agama Islam sudah ada di Nusantara sejak abad VII dengan alasan;
a)      Orang Arab telah memegang peranan penting di perairab kita sejak lama;
b)      Adanya penyebutan raja Ta-cheh (Arab) yang mengirim utusan ke Cho-Po (Holing/Jawa);
c)       Sir Thomas Arnold, tahun 664 M telah ada perkampunggan orang Arab di Pantai Barat Sumatera.
Pendapat HAMKA di dukung oleh Haji Agus Salim, Zainal Arifin Abbas dsb.
Teori pembawa agama islam di nusantara
¢  Berasal dari Gujarat, dibuktikan;
  1. Makam Raja Samudera Pasai (Malik al Saleh) yang terbuat dari marmer, ketika marmer retak terlihat bagian dalamnya ada relief yang menunjukkan seperti tembok kuil Hindu di Gujarat, mungkin sekali nisan makam didatangkan dari Gujarat.
  2. Di Jawa menyebut tempat makam dengan istilah jaratan, mungkin berasal dari nama Gujarat
  3. Berita Marcopolo menerangkan bahwa banyak para pedagang dari Gujarat mengajarkan agama Islam di Sumatera Utara.
¢  Berasal dari Persia, dengan alasan;
  1. Di Persia ada suku yang bernama Leran, suku ini mungkin yang datang ke Jawa sebab di Giri ada sebuah kampung bernama Leram;
  2. Di Minangkabau dan Aceh ada yang menyebut muharam sebagai bulan tabut. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh Persia di Nusantara
¢  Berasal dari Arab,alasannya;
  1. Menurut Ibnu Batutah, raja Samudera Pasai bermazhab Syafii yang berasal Mekkah dan Mesir. Kalau Islam dibawah oleh orang Persia maka aliran syiah terlihat berkembang di Nusantara;
  2. Raja Samudera Pasai memakai gelar Al Malik seperti di Mesir, sementara di Persia Gelar Syah yang banyak dipakai raja Malaka abad XIII.
Teori-teori kedatangan islam di nusantara
  1. Teori yang dipelopori oleh sarjana asal Belanda islam yang masuk ke Nusantara. Berasal dari anak benua India, pendapat ini mengaitkan asal Islam di Nusantara dengan wilayah Gujarat dan Malabar. Orang-orang Arab bermazhab Syafii berimigrasi dan menetap di wilayah India yang kemudian membawa Islam ke Nusantara. Teori ini dikembangkan oleh Snouck Horgrange yang mengatakan Islam dari anak benua India diantara....ada dari Timur Tengah datang ke Melayu-Indo kemudian disusul oleh orang Arab, kebanyakan keturunan Nabi Muhammad SAW yang menggunakan gelar Sayyed atau Syarif. Moquette (belanda) mengatakan bahwa Islam di Nusantara bersal dari Gujarat. Kesimpulannya didasarkan bentuk batu nisan di Pasai mirip yang ada di Gresik dan Gujarat;
  2. Teori dari Marrison; Islam di Nusantara berasal dari pantai Caromandel pada akhir abad XIII M. Didasarkan persamaan mazhab Syafii yang berkembang di Nusantara. Didukung oleh Arnold, pedagang pedgang dari Coromadel dan Malabar mempunyai peranan penting akan perdagangan antara India dan Nusantara;
  3. Teori Crawford; Islam langsung dari Arabia, sedang keijzer; berasal dari Mesir, atas dasar persamaan mazhab Syafii; teori ini didukung oleg Nilmann dan de Hollander dengan sedikit revisi, mereka mereka menggap bukan dari mesir sebagai sumber Islam, melainkan hadramat. Teori arab disetuji oleh sarjana Indo, yaitu langsung dari Arabia tidak dari India, tidak pada abad XII dan XIII M, melainkan dalam abad ppertama hijriah atau abad 7 M.
"Bila kebanyakatan berkata bahwa perbaiki proses jangan memikirkan hasil, pendapat saya fikir hasil agar kita termotivasi untuk melakukan yang terbaik" 
Share:

Minggu, 18 Maret 2018

Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur (1968-2012)

Dulunya kau hanya berupa lahan kosong yang tidak dilirik, namun dalam perkembanganmu yang sangat pesat membuat manusia mulai bermigrasi untuk mencari sesuap nasi, tak cukup sampai disitu dengan keelokanmu kau menarik perhatian para penikmat pertiwi.
Republik Indonesia, disingkat RI atau Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa, berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau. Kepulauan Indonesia terletak di jalur utama antara Asia bagian timur dan selatan. Dalam wilayah antara seperti ini, dengan sendirinya bisa diperkirakan akan terdapat populasi yang terdiri atas beragam ras.[1]Jumlah penduduk dan jumlah pulau yang begitu besar, membuat pemerintah  Indonesia menerapkan konsep desentralisasi[2] dalam pemerintahannya. Penerapan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia diyakini akan mampu mendekatkan pelayanan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memupuk demokrasi lokal. Hal ini akan memberi peluang seluas-luasnya bagi tiap daerah untuk berkembang sesuai potensi alam dan sumber daya manusia yang ada di masing-masing daerah dan kemudian akan menciptakan suasana kompetisi antar daerah dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.[3]
Sejarah pemerintah menunjukkan Indonesia telah beberapa kali mencoba untuk melakukan desentralisasi atau otonomi daerah, selama presiden pertama republik Indonesia menjabat yaitu Ir.Soekarno yang telah mengalami 16 kali pergantian kabinet, seluruh kabinet memprioritaskan kepada desentralisasi namun usaha tersebut belum mencapai target yang diinginkan. Usaha desentralisasi dalam pemerintahan Indonsia baru menemui titik terang pada tahun 2000 dengan diberlakukannya otonomi daerah.
Pemerintah pusat dalam mengembangkan daerah di Indonesia sesuai konsep desentralisasi, Indonesia yang terdiri dari 34 Provinsi dibagi menjadi 416 kabupaten dan 98 kota yang terdiri 7024 daerah setingkat kecamatan serta 81626 daerah setingkat desa yang menjalankan pemerintahan secara otonom.[4] Salah satu dari ke 34 provinsi tersebut adalah Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak dibagian selatan Sulawesi dengan ibukotanya adalah Makassar. Sulawesi Selatan dalam pengembangan daerahnya sesuai dengan konsep desentralisasi mengembangkan dan mengawasi 20 Kabupaten dan 3 kota yang berada dibawah pemerintahan provinsi. Daerah-daerah tersebut bertumpuh pada sektor ekonomi yang berbeda-beda seperti jasa, industri, agraris dan maritim.
Luwu Timur  merupakan salah satu daerah tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan eks Onder Afdeling atau bekas Kewedanaan Malili, keinginan masyarakat membentuk daerah otonom tercapai setelah terbentuknya Kabupaten Luwu Timur . Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran Kabupaten Luwu Utara yang disahkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2003 pada tanggal 25 Februari 2003 dan diresmikan berdiri pada tanggal 3 Mei 2003.[5] Ibu Kota kabupten ini adalah Malili yang terletak diujung utara teluk Bone. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 6,994,98 km2. Kabupaten ini terdiri atas 11 kecamatan yakni Kecamatan Malili, Kecamatan Angkona, Tomoni, Tomoni Timur, Kalaena, Wotu, Burau, Towuti, Nuha, Wosponda, dan Mangkutana.
Keseluruhan wilayah Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Luwu Timur  wilayah yang sangat berkembang yaitu Kecamatan Nuha. Kecamatan ini terletak dibagian timur dari pusat kabupaten. Kecamatan ini sangat berkembang dikarenakan adanya pertambangan nikel di Kecamatan tersebut terkhusus di Sorowako yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Nuha.
Sebelum berdirinya PT Inco pada tahun 1968, Sorowako adalah wilayah terpencil, Jalan yang berbatu atau tanah merah lengket. Kesohoran wilayah ini tercatat dalam mitologi I La Galigo sebagai penghasil biji besi kuat dan berpamor dengan urat besi khas. Sebelum perusahaan mengubah wajah Sorowako, Tabarano merupakan wilayah maju yang merupakan tempat bermukim kepala adat, kepala distrik, dan pusat pemerintahan. Dahulu jalur utama Malili menuju ke Sorowako, memutar ke Ussu, menembus Kawata, ke desa Wasuponda, lalu Desa Tabarano, melintasi Lioka, menuju Timampu dan Sorowako. Jalur lain masyarakat Sorowako menuju Malili dari Desa Timampu, Lioka, Tabarano, ke Togo, menembus hutan di Desa Balambano. Lalu ke Desa Karebbe, berakhir di Malili. Jarak berjalan kaki selama dua hari.
Pada 1901, ahli etnografi juga misionaris berkebangsaan Belanda, Albert Kruyt, menemukan biji nikel. Perlahan-lahan gelombang peneliti mulai menyambangi tempat ini. Dalam situs resmi PT Vale pada 1937, ahli geologi Inco Limeted, Flat Elves melakukan studi endapan nikel. Selang 31 tahun, pada 1968 dilakukan penandatangan pertama kontrak karya antara Pemerintah Indonesia dan Inco selama 30 tahun sejak mulai produksi komersial pertama kali. Pada 1970, sampel pertama biji nikel ini dikirim 50 ton ke fasilitas penelitian Inco di Port Colborne, Ontario, Kanada. Hasilnya, dinyatakan dapat diolah.[6]
Ketika Vale memulai pembangunan pabrik dan segala kontruksi, pada 1978, sekitar 10.000 tenaga kerja Indonesia dan 1.000 pekerja asing dikerahkan membangun fasilitas pengolahan nikel dan pembangkit tenaga air bersama dengan jalan, fasilitas kota, pelabuhan, lapangan terbang dan infrastruk lain. Masa inilah, gelombang orang-orang mendatangi wilayah Sorowako dan sekitar. Sorowako, tempat pabrik berdiri menjadi kota, bukan lagi daerah terpencil yang sulit dijangkau. Pembangunan jalan tambang menembus beberapa desa dibuat, kemudian hari menjadi jalan utama.
Setelah dibangunnya Sorowako sebagai pusat pertambangan nikel, wilayah yang tadinya merupakan wilayah yang sangat tertinggal perlahan-lahan dibangun menjadi wilayah yang maju hal ini ditandai dengan adanya hotel, gedung-gedung pertemuan, kantor, rumah sakit, lapangan golf, bandara, PLTA,  rumah sakit dan sekolah bertaraf internasional. Jumlah penduduk Sorowako seiring berjalannya waktu semakin meningkat, tercatat pada tahun 2012 70% penduduk wilayah tersebut adalah pendatang yang berasal dari daerah lain yang ada di Indonesia dan oarng-orang luar negeri.
Keterkaitan meneliti kehidupan sosial ekonomi masyarakat Sorowako yaitu karena daerah tersebut walaupun hanya berbentuk desa tetapi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam bidang pembangunan, ekonomi, sosial, pendidikan dan kebudayaan. Secara kasat mata dari segi pembangunan Sorowako terlihat lebih unggul dibandingkan pembangunan di ibu kota kabupatennya yaitu Malili hal ini tidak lepas dari keberadaan PT Vale yang merupakan patner pemerintah Luwu Timur  dalam mengembangkan wilayahnya. Penduduk yang berasal dari berbagai daerah  dengan latar belakang suku  yang beraneka ragam menyebabkan terjadinya interaksi dengan masyarakat asli yang nantinya mendorong Sorowako ke arah perubahan-perubahan sosial. Selain hal tersebut Sorowako mempunya tiga danau yang dimanfaatkan sebagai sumber mata pencarian penduduk dan pendapatan daerah dari hasil pariwisata serta pembangunan PLTA sehingga sedikit banyaknya telah mendongkrak perekonomian dan status sosial masyarakat sekitar serta membuat Luwu Timur Khususnya di Desa Sorowako menjadi wilayah otonom yang sangat berkembang.


[1]Bernard H. M Vlekke, Nusantara Sejarah Indonesia (Jakarta: PT Gramedia Jakarta, 2008), hlm. 7.
[2] Desentralisasi adalah penyerahan kewenangan dari pemerintahan pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.
[3]Pheni Chalid, Otonomi Daerah: Masalah, Pemberdayaan, dan Konflik (Jakarta: Kemitraan, 2005), hlm. V.
[4]Anonim, Stastik Indonesia 2014. http://www.bps.go.id. Diiakses 17 januari 2016
[5].Anonim, Selayang Pandang Kabupaten Luwu Timur Sejarah Lutim2015.http://www.luwutimurkab.go.id. Diakses, 17 januari 2016
[6] Anonim. Sejarah Vale di Indonesia. http://www.vale..com. Diakses 17 Januari 2016
"Sejauh apapun melangkah, semegah apapun gemerlap ibukota, sememikat apapun indah dunia itu takkan mampu membuat lupa bahwa kebahagian yang sangat diidamkan adalah membuat sang ibu merasa bahagi"
Share:

Sabtu, 17 Maret 2018

JENDELA ILMU DI DUNIA MAYA [DAFTAR E-LIBRARY YANG DAPAT DIAKSES DI INDONESIA]

Ilmu itu mahal, bukan karena harga buku yang mahal namun karena waktu untuk mempelajarinya membutuhkan proses yang sangat panjang. 
Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca (Sutarno NS, 2006:11). dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa perpustakaan merupakan sebuah sarana yang dapat diakses oleh setiap orang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, walaupun dalam perkembangannya perpustakaan bukan hanya berisi buku namun berisi rekaman suara, video dan lain lain. kedudukan perpustakaan sekarang mulai tergeser dengan adanya kemajuan dibidang teknologi yang sangat pesat, untuk mengantisipasi hal tersebut beberapa perpustakaanpun melakukakan beberapa inovasi dengan menghadirkan E-Library hal ini merupakan kesadaran bahwa perkembangan teknologi bukan untuk dilawan namun digunakan sebagai sarana memenuhi kebutuhan hidup manusia. untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan menghadirkan sejumlah situs perpustakaan online yang ada di indonesia yang tentunya menurat hemat kami memiliki manfaat yang sangat kompleks terutama pada kalangan akademisi. 

















  1. Perpustakaan UGM (http://lib.ugm.ac.id/home.php)
  2. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta (http://www.lib.uin-suka.ac.id/)
  3. Perpustakaan UII (http://library.uii.ac.id/)
  4. Perpustakaan UMY (http://library.umy.ac.id/)
  5. Perpustakaan Daerah (www.bpadjogja.info)
  6. www.proquest.com./pqdweb
  7. www.unesco.org
  8. www.unescodoc.unesco.org
  9. http://eric.ed.gov
  10. http://ediv.alexanderstreet.com
  11. http://portal.igpublish.com/
  12. www.tojet.net
  13. www.doaj.org
  14. www.googleschoolar.com
  15. http://www.rela.ep.liu.se
  16. http://aeq.sagepub.com
  17. http://concept.lib.ed.ac.uk/index.php/Concept/index
    Sumber: http://pls.fip.uny.ac.id/daftar-perpustakaan-online-yang-bisa-diakses-mahasiswa
Dalam hal ini situs diatas bukan hanya berisi buku namun juga berisi jurnal internasional yang diterbitkan oleh beberaa negara. semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. apabila ada saran dan masukan bisa langsung kontak penulis di Email: irvantasnur@gmail.com.
"Melihatlah kebelakang namun jangan mundur, Melihatlah kedepan namun jangan hanya terjebak dalam angan" - Irvan Tasnur


Share:

Jumat, 16 Maret 2018

MENGATASI PENYAKIT KRONIS YANG DIALAMI MAHASISWA ZAMAN “NOW”

Mahasiswa, pada zaman globalisasi ini yang memungkinkan arus pertukaran informasi yang begitu cepat seharusnya membuat mahasiswa lebih muda dalam mendapatkan ilmu secara instant. Namun dalam kenyataannya fenomena ditengah masyarakat berkata lain, ketersediaan informasi tersebut dipergunakan secara kurang berfaedah sehingga menyebabkan beberapa masalah mendasar dalam diri mahasiswa mulai dari penyakit malas, penyakit ketergantungan dan penyakit kurangnya inovasi walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua mahasiswa mengalami hal tersebut.

Pertama, penyakit malas sebenarnya sudah di derita sejak lama bukan hanya mahasiswa namun pasti pernah dialami oleh sebagian besar penduduk di dunia. Pertanyaannya sekarang apa penyebab mahasiswa malas?, dari analisa pribadi saya, penyakit ini disebabkan oleh kurangnya MOTIVASI dan adanya zona nyaman yang sangat memanjakan mahasiswa, sebagai contoh seorang mahasiswa mengerjakan tugas pada satu malam sebelum hari H pengumpulan tugas bahkan beberapa jam sebelum pengumpulan tugas hal ini disebabkan karena memandang bahwa masalah itu remeh bahkan menganggap hal tersebut hanya formalitas belaka yang tiada artinya. Sehingga motivasi disini sangat beperan penting untuk mengobati penyakit ini. Motivasi sendiri bukan hanya di dapat dari orang-orang sekitar (antarpersonal) tetapi juga didapat dari diri sendiri (interpersonal).

Kedua, penyakit ketergantungan, maksud dari ketergantungan disini adalah ketergantungan terhadap teknologi yang ada seperti Smart Phone  dan akses layanan internet. Kebanyakan mahasiswa menganggap bahwa segala hal ada dalam sebuah situs yang bernama Google sehingga hal yang berbau konvensional mulai ditinggalkan. Namun, sadarkah kita bahwa buku sebagai salah satu media konvensional adalah guru terbaik, mengapa kami berani mengatakan hal tersebut karna buku bukan hanya mengajarkan teori namun berisi seni dalam menulis dan melalui rangkaian kata dalam buku, penulis mencoba menyentuh cara berpikir seorang pembaca sehingga pesan eksplisit dan implisit dapat tersampaikan lebih jelas dan bermakna.

Terakhir, kurangnya inovasi bagi beberapa dari mahasiswa menganggap bahwa apa yang dinikmatinya sekarang adalah proses yang berjalan bagaikan air yang mengalir begitu saja. Namun, apakah kita pernah berfikir untuk mempercepat aliran tersebut agar air yang mengalir sampai lebih awal ke muara. Cara berfikir itulah yang harus dikembangkan oleh Mahasiswa sebagai agen of change.

Sebagai kesimpulan penyebab terjadinya beberapa penyakit kronis diatas memiliki satu sumber masalah utama yaitu sudut pandang. Pada akhirnya penulis mengajak diri pribadi dan seluruh mahasiswa di Indonesia untuk bersama sama mengubah apa yang masih dapat diubah, karena apapun yang kita kerjakan sekarang akan berdampak untuk masa depan kita sebagai penerus estapet dalam pembangunan Negara ini.

Share:

Kamis, 15 Maret 2018

TIPS LULUS BEASISWA LPDP (Tes Administrasi, Tes Assesment Online, dan Test Substansi)


LPDP adalah beasiswa yang dikelola oleh lembaga pengelola dana pendidikan dibawah kementrian keuangan. LPDP sendiri bekerjasama dengan beberapa kementrian dalam pemberian beasiswa tersebut. LPDP mengelola dana “abadi” pendidikan nasional. Sebagai beasiswa yang sangat diburu, LPDP terus memperketat metode seleksi yang dilakukan, terbukti pada tahun 2017 tahap seleksi bertambah satu yaitu Assesment Online. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai tips untuk menghadapi tiga tahap seleksi LPDP yaitu : Tes Administrasi, Tes Assesment Online dan Tes Substansi.
Tes Administrasi adalah tahapan awal tes, yaitu melengkapi beberapa hal yang bersifat administratif seperti ijazah, sk organisasi, kartu keluarga dan lain lain. Namun dalam hal ini yang paling dianggap krusial adalah dua buah essay yang berjudul “Kesuksesan Terbesar dalam Hidupku” dan “Kontribusi yang Telah, Sedang dan Akan Dilakukan Untuk Indonesia” dalam penulisan ini berdasarkan pengalaman saya kita harus menuangkan sejujurnya apa yang telah kita lakukan di dalam essay tersebut, sekecil apapun kontribusi dan kesuksesan yang pernah kita dapatkan, misalnya kesuksesasan saya adalah proses dengan cara yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik, untuk lebih jelasnya saya akan memberikan contoh cukup email irvantasnur@gmail.com.
Tes Assesment Online pada test ini berisi mengenai beberapa pertanyaan bersifat pisikologis, lagi lagi yang di tuntut adalah kejujuran dan konsisten dalam menjawab. Contoh pertanyaan “apakah anda menyukai music klasik” dan diberikan pilihan Jawaban “sangat tidak seutuju” “tidak setuju” “50:50” “setuju” “sangat setuju” pada saat menjawab pertanyaan usahakan jangan ambil opsi ditengah dalam hal ini saya tulis 50:50 karna saya lupa konteks kalimatnya. Namun usahakan pilih jawaban yang kuat dan ingat pertanyaan bisa berulang dengan konteks kata yang berbeda untuk melihat konsistensi kita.
Tes Substansi tes ini adalah tes akhir dalam proses seleksi beasiswa LPDP, test ini berisi 3 tahap penyeleksian, yaitu Tes wawancara pada tahap ini kita akan diuji oleh dua orang dosen dan satu orang Psikolog, pada tahap ini yang kita harus perhatikan yaitu lagi-lagi konsisten dalam menjawab namun jangan memperlihatkan sifat egois dalam mempertahankan jawaban kita tips kedua lagi dan lagi jujur dalam menjawab setiap pertanyaan yang ada karena sesuai keyakinan saya “proses yang baik akan meenghasilkan hal yang baik pula”. Selanjutnya Tes Essay On The spot pada tahapan ini kita akan diberikan 2 tema utama , pada tahap ini kita harus mempersiapkan diri dengan membaca berita-berita yang ada ditengah masyarakat dan belajar menulis yang baik dan benar. Seingat saya pada saat tes ditahun 2017 saya memilih  tema “Kesenian dalam memperkuat keutuhan bangsa” kurang lebih itulah konteksnya. Tahap ketiga yaitu Leader Group Discussion pada tahap ini kita dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, pada saat diskusi kita harus memperhatikan beberapa hal yang pertama baca berita karna temanya akan sangat kekinian, tidak terlihat ingin menang sendiri dalam diskusi walaupun kita berasal dari bidang kajian ilmu yang sangat pas dengan tema yang sedang dibicarakan, berikan kesempatan pada teman-teman yang lain untuk berbicara dan jangan memotong pembicaraan orang lain, selain itu tata cara bicara pembukaan dan cara menutup harus kita pelajari dengan baik daan sebagai bocoran kita akan diawasi oleh dua orang psikolog jadi usahakan tetap tenang dan jadi diri sendiri.
Mohon maaf apabila tulisan ini sangat sederhana dan jauh dari kata kesempurnaan  apabila teman teman ingin share  mengenai LPDP bisa hubungi saya via FB :Irvan Tasnur atau instagram: @Irvan_Tasnur. Terimakasih. “Mimpi diwujudkan dengan apa yang kita lakukan hari ini bukan menunggu hari esok”


Share:

Rabu, 06 September 2017

MILENIAL & PERMASALAHANNYA

Dayu Laras & Lutfhia
Milenial, mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat luas, namun apakah semua orang mengetahuia siapakah yang selalu disebut milenial? Menurut para ahli generasi milenial adalah orang-orang yang lahir diantara tahun 1980-2000 yang biasa juga disebut dengan generasi (Y) kalau yang di atas tahun 2000 disebut apa?? kalau ada yang tau jawab ajah di bawah.                                                                
Milenial dalam mengatasi masalah (The Power of Problem Solving)                               Kalau masalah pasti nggak jauh-jauh dari pertanyaan apa (what) siapa (Who) kapan (When) dimana (Where) mengapa (why) dan bagaimana (How). guru kite mah sering bilang 5W+1H. ada yang masih ingat pelajaran SMPnya?                                          
Salah satu hasil penelitian menyebutkan para generasi milenial kurang dapat (jangan baper ya bukan tidak mampu) produktif bila dijauhkan dari perangkat teknologi yang ada. saya sepakat dengan hal ini karna untuk mendapatkan sebuah penemuan/teori/usaha dibutuhkan sebuah masalah dan untuk mendapatkan sebuah masalah teknologi lah yang bermain, dimana semua rus informasi public maupun personal tersedia dan bisa di akses hanya menggunakan jari. nggak percaya anak muda sekarang kreatif-kreatif tuh contohnya diatas Dayu Laras & Lutfhia yang berhasil menciptakan alat pendeteksi boraks pada makanan. jadi kita cukup beli tusuk gigi mereka kita bisa deteksi boraksnya, kebayang kan manfaatnya. kok dia bisa kefikiran untuk buat alat tersebut, pasti mereka lihat di tv maupun kalau makanan sekarang banyak mengandung boreks yang membahayakan kesehatan kita makanya diciptainlah alat tersebut. barangnya kecil kan tapi manfaatnya gede walaupun belum sebaik alat-alat dari doraemon.                                                                                      
Sekarang kita lanjut ke inti pembahasannya masalah pada generasi milenial apa sih permasalahnnya , yang pertama kurangnya sopan santun, keinginan dan motivasi belajar yang kurang, malas membaca, melakukan kejahatan, seks bebas/pergaulan bebas, terkungkung dengan budaya instan. tapi ini hanya sebagian kecil dari permasalahan sebenarnya dan tidak semua generasi milenial lakukan hal ini kok hanya "OKNUM" ... hahahaha buktinya aku nggak kok.. just share Thank you







Share:

Minggu, 26 Februari 2017

Perang Amerika (American War 1774)

                           PERANG AMERIKA 1774


⦁    Latar Belakang 
Selama abad ke-18, koloni Amerika Utara Inggris yang semakin matang tidak bisa dicegah untuk membentuk identitas tersendiri. mereka berkembang pesat dalam kekuatan ekonomi dan pencapaian budaya; hampir semua memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan otonomi. Pada 1760-an total populasi mereka melebihi 1.500.000 orang, peningkatan enam kali lipat sejak 1700. meski demikian, Inggris dan Amerika baru memulai pemisahan secara terbuka pada 1763, satu se- tengah abad lebih setelah pendirian pemukiman permanen pertama di jamestown, Virginia.
Perang Revolusi Amerika Serikat (1774–1783), Perang Kemerdekaan Amerika Serikat, atau Perang Revolusi saja di Amerika Serikat, berawal sebagai sebuah perang antara Kerajaan Britania Raya dan Amerika Serikat yang baru berdiri, namun perlahan menjadi perang global antara Britania di satu sisi dan Amerika Serikat, Perancis, Belanda, dan Spanyol di sisi lainnya. Perang ini dimenangkan oleh Amerika Serikat dengan hasil yang bercampur dengan kekuatan lainnya.
⦁    Rumusan Masalah 
⦁    Apakah latar belakang terjadinya perang kemerdekaan Amerika ?
⦁    Bagaimanakah proses berlangsungnya perang kemerdekaan Amerika ?
⦁    Bagaimanakah akhir dari perang kemerdekan Anamerika ? 
⦁    Tujuan 
⦁    Menegetuahui  latar belakang terjadinya perang kemerdekaan Amerika 
⦁    Menegetuahui proses berlangsungnya perang kemerdekaan Amerika 
⦁    Menegetuahui akhir dari perang kemerdekan Anamerika 
BAB II
PEMBAHASAN
⦁    Latar Belakang Terjadinya Perang Kemerdekaan Amerika.
Pada 1760-an total populasi mereka melebihi 1.500.000 orang, peningkatan enam kali lipat sejak 1700. Aspek ini tentu berdampak terhadap motivasi masyarakat koloni untuk berjuang dalam rangka memperjuangkan hak-haknya. Adanya jumlah orang yang banyak, artinya berpotensi untuk memaksimalkan mobilisasi massa. Hal itu merupakan salah satu penyebab terjadinya keinginan Amerika untuk memerdekakan diri dari negara induknya yaitu Ingris. Secara garis besar dapat ditarik bahwa penyebab terjadinya perang kemerdekaan Amerika yaitu;
⦁    Jajahan Ingris di Amerika tidak didirikan oleh pemerintah Inggris, tetapi diciptakan oleh pelarian pelarian agama yang tidak tahan hidup tertekan di Inggris karena agamanya dilarang pemerintah. Mereka keluar dari Inggris untuk mencari kebebesan untuk hidup dan mendarat di Amerika. Yang terkenal diantaranya ialah : The Pligrimfather yang mendarat 1620, dengan kapal Mayflower dan mendirikan Massachusetts. Orang Amerika sekarang menganggap the Pligrimfather ini sebagai pendiri-pendiri Amerika. 
Karena itu, Maka orang-orang Amerika sangat mencintai kebebasan dan kemerdekaan. Tetapi inggris mengganggap Amerika itu sebagai tanah jajahan dalam arti kata yang kolot. 
⦁    Inggris memerintahkan, bahwa hasil bumi Amerika ( tembakau, gula, kapas) hanya boleh dijual kepada Inggris dan Amerika hanya diperbolehkan membeli barang barang kiebutuhannya dari Inggris saja. Dengan ini harga dapat dipermainkan oleh Inggris. Orang-orang Amerika yang menganut faham kebebasan, juga dalam perdagangan, menentang aturan Inggris itu. 
⦁    Inggris yang butuh uang untuk mengisi kas negeri yang kosong karena biaya perang tujuh tahun (1756-1763) memaksa Amerika juga untuk membayar pajak yang berat, karena perang tujuh tahun itu juga berarti perluasan wilayah dan perlindungan bagi Amerika. Amerika mau membayar pajak asal Amerika mendapat perwakilan di parlemen Inggris No Taxation Withot Representation” dijawab mereka kepada Inggris. Tetapi Inggris (Raja George III) memaksanya dan suasana menjadi tegang. 
⦁    Sebab Khusus: Kapal teh di Boston 
Pada tahun 1774 berlabuhlah di Boston tiga kapal Inggris yang memuat teh untuk Amerika. Atas teh ini Amerika harus membayar pajak juga kepada Inggris. Orang Amerika tidak mau menerima karena harus membayar pajak itu. Pada malam hari orang-orang Amerika menyamar sebagai orang Indian dan melemparkan teh-teh itu kedalam laut. Inggris marah dan menghukum Boston. Orang Amerika lainnya membela Boston dan pecahlah perang antara Inggris dan jajahannya di Amerika (1774) yang dipimpin oleh George Washington.
⦁    Jalannya Perang Kemerdekaan Amerika
Jendral thomas Gage, lelaki Inggris yang ramah dengan istri yang lahir di Amerika, memimpin garnisun di Boston, tempat aktivitas politik hampir seluruhnya menggantikan kegiatan perniagaan. tugas utama Gage di koloni adalah menegakkan UU Disipliner. ketika mendengar kabar bahwa warga koloni massachusetts mengumpulkan mesiu dan perleng- kapan militer di kota Concord, 32 kilometer jauhnya dari sana, Gage mengirimkan pasukan kecil yang kuat untuk menyita persediaan tersebut. Setelah semalaman berjalan, serdadu Inggris tiba di desa Lexington pada 19 April 1775  dan  melihat gerombolan menyeramkan.
Minuteman dinamakan demikian karena dikabarkan mereka siap untuk berperang dalam semenit di antara kabut pagi. Para ‘Minuteman’ bermaksud melakukan protes se- cara diam-diam, tetapi mayor john Pitcairn, pemimpin serdadu Inggris, berteriak, “Bubarlah, kalian pem- berontak terkutuk! kalian anjing, berlarilah!” Pemimpin ‘Minute- men’, kapten john Parker, me- nyuruh serdadunya supaya jangan menembak kecuali ditembaki ter- lebih dulu. kubu Amerika sedang mundur ketika seseorang menembak, yang menyebabkan serdadu Inggris menembaki ‘Minutemen’. Serdadu Inggris kemudian merangsek maju menggunakan bayonet, mengaki- batkan delapan orang meninggal dan sepuluh orang terluka. Dalam frase yang sering dikutip oleh pu- jangga abad 19, ralph Waldo emerson, ini adalah “tembakan yang terdengar di seluruh dunia.” Serdadu Inggris terus mendesak ke Concord. Warga Amerika telah mengambil hampir semua perse- diaan dan menghancurkan apa pun yang tertinggal. Sementara itu, tentara Amerika di pedesaan dimobilisasi untuk mengusik orang Inggris sepanjang perjalanan mereka kembali ke Boston. Di sepanjang jalan, di balik tem- bok batu, bukit kecil, dan rumah, milisi dari “setiap desa dan peter- nakan middlesex” membuat tar- get dari rompi merah terang yang dikenakan tentara Inggris. ketika pasukan Gage yang kelelahan ter- huyung-huyung memasuki Boston, 
250 orang meninggal dan terluka. Pihak Amerika kehilangan 93 orang. kongres kontinental kedua diada- kan di Philadelphia, Pennsylvania pada 10 mei. kongres memilih untuk berperang, melantik milisi kolonial sebagai serdadu kontinental. kongres menunjuk kolonel George Washing- ton dari Virginia sebagai komandan pada 15 juni. Dalam dua hari, telah banyak jatuh korban di kubu Ameri- ka di Bunker hill, tidak jauh dari Boston. kongres juga memerin- tahkan ekspedisi Amerika ber- gerak ke utara menuju kanada begitu musim gugur tiba. Setelah merebut montreal, mereka ga- gal melakukan penyerangan pada musim dingin di Quebec, dan akhirnya mundur ke New York. Walaupun pecah konflik ber- senjata, ide untuk memisahkan diri secara keseluruhan dari Inggris masih ditentang banyak anggota kongres kontinental. Pada bulan juli, mereka membuat Petisi Perda- maian (The Olive Branch Petition) yang memohon pada raja untuk mencegah aksi-aksi kekerasan lebih lanjut hingga mereka dapat meng- hasilkan beberapa perjanjian. raja George menolaknya, dan pada 23 Agustus 1775 malah memproklamir- kan pemberontakan yang dilakukan oleh koloni. Inggris raya menginginkan ke- setiaan koloni Selatan, sebagian karena keyakinan mereka atas perbudakan. Banyak koloni Se- latan yang takut bahwa pemberon- takan melawan negara induk dapat memicu pemberontakan budak. 
November 1775, Lord Dunmore, gubernur Virginia, mencoba mere- dam ketakutan itu dengan menawar- kan kebebasan bagi para budak yang ingin berperang bagi Inggris. Alih- alih, pernyataannya mendorong warga Virginia, yang awalnya tetap memilih sebagai kaum Loyalis, un- tuk mendukung pemberontakan.
Gubernur North Carolina, josiah martin, juga mengimbau warganya untuk tetap setia pada kerajaan. ketika 1.500 orang menjawab panggilan martin, mereka dikalahkan oleh tentara revolusioner sebelum ten- tara Inggris bisa tiba di sana untuk memberikan bantuan. kapal perang Inggris terus berdatangan ke lepas pantai Charleston, South Carolina, dan menyerang kota pada awal juni 1776. tetapi South Carolina punya waktu untuk mempersiapkan diri, dan berhasil memukul mundur pa- sukan Inggris pada akhir bulan. Pa- sukan Inggris tidak kembali ke Se- latan hingga lebih dari dua tahun setelahnya. 
⦁    Akal Sehat Dan Kemerdekaan 
Pada januari 1776, thomas Paine, teoris politik radikal dan penulis yang datang ke Amerika dari Inggris pada 1774, mempublikasikan risalah 50 halaman berjudul Common Sense (Akal Sehat) yang terjual 100.000 kopi dalam tiga bulan. Paine meny- erang gagasan tentang monarki ber- dasarkan warisan, dan menyatakan satu orang jujur lebih berarti bagi masyarakat daripada “seluruh pen-jahat bermahkota yang pernah hidup.
” Ia memaparkan alternatif- nyaterus menyerah pada raja ti- ran dan pemerintahan usang, atau bebas dan bahagia sebagai republik yang merdeka dan mandiri. karena beredar di seluruh koloni, Com- mon Sense membantu pengambilan keputusan untuk merdeka. Namun masih ada tugas men- dapatkan persetujuan setiap koloni untuk mengadakan deklarasi secara formal. Pada 7 juni, richard henry Lee dari Virginia mengajukan re- solusi dalam kongres kontinental kedua, yang menyatakan, “Bahwa koloni Bersatu memang berhak men- jadi negara yang bebas dan merdeka. ...” Segera setelahnya, komite yang ter- diri atas lima orang, dikepalai thom- as jefferson dari Virginia, ditunjuk untuk menyusun rancangan doku- men pengambilan suara. Secara garis besar hasil karya jefferson, Deklarasi kemerdekaan, yang disahkan pada 4 juli 1776, ti- dak hanya mengumumkan lahirnya negara baru, tetapi juga memapar- kan filosofi tentang kebebasan ma- nusia yang akan menjadi kekuatan dinamis di seluruh dunia. Dekla- rasi ini diambil dari filosofi politik Pencerahan Perancis dan Inggris, tetapi pengaruh yang paling me- nonjol adalah Second Treatise on Government karya john Locke. Locke mengambil konsep hak tradisional orang Inggris dan me- ngubahnya menjadi hak asasi manusia yang bersifat universal.  
kalimat pembuka Deklarasi menggaungkan teori kontrak sosial pemerintahan Locke:
“Kami menyatakan kebenaran ini adalah nyata, bahwa semua manusia diciptakan sederajat, bahwa mereka dianugerahi oleh Sang Pencipta dengan hak-hak yang tidak dapat dihapuskan, di anta- ranya yaitu Kehidupan, Kebebasan, dan mengejar Kebahagiaan. —Bah- wa untuk mendapatkan hak-hak ini, Pemerintah dibentuk dari Rak- yat, memperoleh kekuasaan mer- eka dari persetujuan mereka yang diperintah, —Bahwa kapan pun Bentuk Pemerintahan menghancur- kan tujuan itu, masyarakat berhak untuk mengganti atau menghapus- kannya dan membentuk Pemerintah- an baru, meletakkan landasan pada prinsip-prinsip semacam itu dan mengatur kekuatannya sedemikian rupa yang akan sangat memengaruhi Keselamatan Kebahagiaan mereka.”
 Jefferson mengaitkan prinsip Locke secara langsung de- ngan situasi yang dihadapi koloni. Berjuang bagi kemerdekaan Ameri- ka sama dengan berjuang bagi pemerintahan berdasarkan ke- sepakatan bersama, menggantikan pemerintahan kerajaan yang telah “bersatu dengan yang lain untuk menundukkan kami dalam yuris- diksi yang asing bagi konstitusi kami dan tidak diakui oleh hukum kami...” hak asasi untuk hidup, be- bas dan mencari kebahagiaan hanya dapat dilangsungkan dalam pemer- intahan berdasarkan kese-pakatan 
bersama. jadi, berjuang demi ke- merdekaan Amerika sama dengan berjuang demi hak asasi masing- masing. 
⦁    Kekalahan Dan Kemenangan 
Walaupun Amerika menderita kemerosotan hebat beberapa bu- lan setelah mendeklarasikan ke- merdekaan mereka, keteguhan hati dan kegigihan mereka pada akhirnya membuahkan hasil. Pada Agustus 1776, dalam Pertempuran Long Island, New York, posisi Washington semakin tak tergoyah- kan dan ia menjalankan penarikan mundur dengan ahli menggunakan kapal-kapal kecil dari Brooklyn ke pantai manhattan. Dua kali jendral Inggris William howe ragu-ragu dan membiarkan pihak Amerika lo- los. Namun, pada November howe menyandera Benteng Washington di kepulauan manhattan. New York City masih berada di bawah kontrol Inggris hingga perang berakhir. Desember itu tentara Washing- ton nyaris ambruk, sebab perbeka- lan dan bantuan yang dijanjikan gagal terwujud. Lagi-lagi howe ke- hilangan kesempatan menghancur- kan tentara Amerika dengan me- mutuskan untuk menunggu sampai musim semi untuk melanjutkan pertempuran. Pada Natal 25 De- sember 1776, Washington menye- berangi Sungai Delaware, di utara trenton, New jersey. Dini hari be- soknya, tentaranya mengejutkan garnisun Inggris di sana, dan ber-
hasil menawan lebih dari 900 orang. Seminggu setelahnya, pada 3 januari 1777, Washington menyerang Ing- gris di Princeton, merebut kembali hampir semua teritori yang tadinya diduduki Inggris. kemenangan di trenton dan Princeton memulih- kan semangat Amerika yang sempat lesu. Namun pada September 1777 howe mengalahkan tentara Amerika di Bran- dywine, Pennsylvania dan memaksa pembubaran kongres kontinental. Washington harus bertahan dalam musim dingin yang pahit pada 1777- 1778 di Lembah Forge, Pennsylva- nia, kekurangan pangan, pakaian, dan perbekalan. Petani dan peda- gang menukarkan barang mereka dengan emas dan perak Inggris daripada uang kertas mencurigakan yang dikeluarkan oleh kongres kon- tinental dan negara. Lembah Forge merupakan ke- munduran terparah bagi tentara kontinental Washington, tetapi di sisi lain, tahun 1777 terbukti men- jadi titik balik perang. jendral Inggris john Burgoyne, pindah ke selatan dari kanada, berusaha menginva- si New York dan New england le- wat Danau Champlain dan Sungai hudson. Ia membawa terlalu banyak peralatan berat untuk melalui tanah rawa dengan pepohonan padat itu. Pada 6 Agustus, di Oriskany, New York, Burgoyne memobilisasi se- jumlah kaum Loyalis dan Pribumi Amerika namun pasukan Amerika yang lebih berpengalaman ber- hasil menghentikan serangan me- reka. Beberapa hari kemudian di 
Bennington, Vermont, semakin banyak pasukan Burgoyne, yang mencari perbekalan paling vi- tal, didesak mundur oleh tentara Amerika. Pasukan Burgoyne pindah ke sisi barat Sungai hudson dan menyerang Albany. Serdadu Ameri- ka sudah menunggunya. Di bawah pimpinan Benedict Arnold—yang nantinya mengkhianati Amerika di West Point, New York—tentara kolo- nial berhasil memukul mundur Inggris hingga dua kali. karena mengalami kekalahan telak, Burgoyne mundur ke Saratoga, New York, tempat pa- sukan Amerika yang sangat unggul di bawah kepemimpinan jendral horatio Gates mengepung pa- sukan Inggris. Pada 17 Oktober 1777, Burgoyne menyerahkan seluruh pasukannya—enam jendral, 300 perwira lainnya dan 5.500 bintara. 
⦁    Aliansi Perancis - Amerika 
Di Perancis, antusiasme  mengenai kasus Amerika cukup tinggi: dunia intelektual Perancis sendiri mulai ber- golak melawan feodalisme dan hak istimewa. Namun kerajaan mem- berikan dukungannya kepada koloni lebih aas alasan geopolitik daripada ideologi: pemerintah Perancis sudah lama menginginkan pembalasan dendam terhadap Inggris raya se- jak kekalahan Perancis pada 1763. Untuk lebih membantu Amerika, Benjamin Franklin dikirim ke Paris pada 1776. kecerdasan, kelihaian dan kemampuan intelektualnya segera 
membuat kehadiran mereka terasa di ibukota Perancis dan memainkan peranan besar dalam memperoleh bantuan Perancis. Perancis mulai membantu kolo- ni pada mei 1776, ketika mereka mengirim 14 buah kapal bermuatan perlengkapan perang ke Amerika. Faktanya, kebanyakan mesiu yang digunakan tentara Amerika ber- asal dari Perancis. Setelah keka- lahan Inggris raya di Saratoga, Perancis melihat kesempatan un- tuk melemahkan musuh lamanya dan mengembalikan keseimbangan kekuatan yang diruntuhkan oleh Perang tujuh tahun (disebut Pe- rang Perancis dan Indian di kolo- ni Amerika). Pada 6 Februari 1778, koloni dan Perancis menanda- tangani traktat Perdamaian dan Perdagangan, di mana Perancis mengakui Negara Perserikatan dan menawarkan kontrak dagang. me- reka juga menandatangani traktat Persekutuan, dengan syarat apabila Perancis turut berperang, tidak satu pun dari mereka yang akan meletak- kan senjatanya hingga koloni terse- but meraih kemerdekaannya, tidak ada yang mengadakan perdamaian dengan Inggris raya tanpa persetu- juan yang lainnya, dan masing-ma- sing pihak menjamin hak milik pihak lain di Amerika. Inilah satu- satunya traktat pertahanan bilateral yang ditandatangani Negara Serikat ataupun penerusnya hingga pada 1949. Persekutuan Perancis-Amerika segera memperluas konflik. Pada juni 1778 kapal Inggris menem-
baki kapal laut Perancis, dan kedua negara pun berperang. Pada 1779 Spanyol, yang berharap bisa mere- but kembali wilayahnya yang dicap- lok Inggris raya pada Perang tujuh tahun, turut berperang sebagai se- kutu Perancis, tetapi tidak sebagai sekutu Amerika. Pada 1780 Inggris raya mendeklarasikan perang ter- hadap Belanda karena tetap melan- jutkan hubungan dagangnya de- ngan Amerika. kombinasi kekuatan eropa ini, dipimpin oleh Perancis, menjadi ancaman yang lebih besar bagi Inggris raya daripada koloni Amerika itu sendiri. 
⦁    Inggris Pindah Ke Selatan 
Dengan terlibatnya Perancis, Inggris meningkatkan kampanye mereka di koloni Selatan kare- na masih yakin warga Selatan adalah kaum Loyalis. Peperangan dimulai pada akhir 1778, dengan menguasai Savannah, Georgia. tak lama setelahnya, serdadu dan angkatan laut Inggris berkum- pul di Charleston, South Carolina, pelabuhan utama di Selatan. mereka berhasil menahan pasukan Amerika di semenanjung Charleston. Pada 12 mei 1780, jendral Benjamin Lincoln menyerahkan kota beserta 5.000 pasukannya, kekalahan terbesar Amerika sepanjang peperangan. tetapi perubahan keberun- tung-an malah meningkatkan pemberontakan warga Amerika. Warga South Carolina mulai menje- lajahi daerah pedesaan, menyerang 
jalur pasokan Inggris. Pada juli, jendral Amerika, horatio Gates yang telah membentuk pasukan cadangan yang terdiri atas milisi yang tidak terlatih, bergegas menu- ju Camden, South Carolina, untuk menyerang pasukan Inggris yang dipimpin oleh jendral Charles Corn- wallis. tetapi pasukan cadangan Gates panik dan melarikan diri ketika diserang oleh serdadu terlatih Ing- gris. Serdadu Cornwallis berhadapan dengan serdadu Amerika beberapa kali lagi, tetapi pertempuran paling signifikan terjadi di Cowpens, South Carolina, pada awal 1780, di mana tentara Amerika mengalahkan Inggris dengan telak. Setelah pengejaran melelahkan dan tidak membuahkan hasil di North Carolina, Cornwallis mengalihkan perhatiannya ke Virginia. 
⦁    Kemenangan Dan Kemerdekaan 
Pada juli 1780, raja Perancis Louis XVI mengirim pasukan ekspedisi berjumlah 6.000 orang ke Amerika di bawah pimpinan Comte jean de rochambeau. Selain itu, armada perang Perancis menyerang kapal Inggris dan memblokade bala ban- tuan serta perbekalan tambahan bagi pasukan Inggris di Virginia. Angkatan darat dan angkatan laut Perancis dan Amerika yang ber- jumlah 18.000 orang, bolak-balik beradu senjata dengan Cornwallis selama musim panas hingga musim gugur. Akhirnya, pada 19 Oktober 1781, setelah terjebak di Yorktown di dekat muara teluk Chesapeake, 
Cornwallis menyerahkan angkatan daratnya yang beranggotakan 8.000 tentara Inggris. Walaupun kekalahan Cornwal- lis tidak segera menuntaskan per- ang yang terus berlangsung tanpa kejelasan selama hampir dua ta- hun, pemerintah Inggris yang baru memutuskan untuk menawarkan negosiasi damai di Paris pada awal 1782. Pada saat itu Amerika diwakili oleh Benjamin Franklin, john Ad- ams dan john jay. Pada 15 April 1783, kongres menyepakati traktat terakhir. Ditandatangani pada 3 September, traktat Paris mengakui kemerdekaan, kebebasan dan ke- daulatan penuh 13 negara bagian yang dulunya disebut koloni. Negara Serikat yang baru terentang ke barat sampai Sungai mississipi, ke utara sampai kanada dan ke selatan sampai Florida, yang dikembalikan ke Spa- nyol. koloni muda yang disebut-se- but oleh richard henry Lee lebih dari tujuh tahun lalu akhirnya menjadi “negara yang bebas dan merdeka.” masih tersisa tugas mera- ut kesatuan sebuah bangsa.
⦁    Arti Penting Revolusi Amerika
Revolusi Amerika punya arti penting melampaui benua Amerika Utara. hal ini menarik perhatian para intelektual politik di seluruh eropa. Idealis terkemuka seperti thaddeus kosciusko, Friedrich von Steuben dan marquis de Lafayette menjadi pen- dukungnya untuk mengukuhkan gagasan yang mereka harap dapat diterapkan di negara mereka masing-masing. kesuksesan revolusi Amerika memperkuat konsep hak alami di seluruh dunia Barat dan memperluas kritikus rasionalis pencerahan tentang tatanan kuno yang dibangun berlandaskan monarki yang diwariskan dan gereja yang mapan. 
Dalam kenyataannya, hal ini merupakan cikal-bakal revolusi Perancis, tetapi tidak mencapai tingkat kekejaman dan kekacauan seperti revolusi Perancis karena terjadi di dalam masyarakat yang sudah menganut liberalisasi. Gagasan revolusi paling sering digambarkan sebagai kemenangan teori kontrak sosial/hak asasi john Locke. Walaupun sejauh ini pernyataan itu benar, karakterisasi ini terlalu cepat bagi kelanjutan dari kepentingan kaum Protestan penentang Calvinis, di mana kaum Pilgrim dan Puritan juga mendukung gagasan kontrak sosial dan komunitas pemerintahan otonomi. Intelektual penganut aliran Locke dan pendeta Protestan menjadi pendukung penting dalam ketegangan liberalisme yang tumbuh subur di koloni Inggris di Amerika Utara. Cendekiawan juga mendebat bahwa ada pendekatan lain yang berkontribusi dalam revolusi: “republikanisme.” mereka menyatakan bahwa republikanisme tidak menyangkal kehadiran hak asasi tetapi menurunkan derajat mereka di bawah kepercayaan bahwa pemeliharaan republik yang bebas membutuhkan tanggung jawab sosial yang kuat dan menumbuhkan sikap non-egoistis di antara para pemimpinnya. jaminan hak individu, bahkan pengejaran kebahagiaan individu, malah terlihat egois. 
republikanisme sempat mengancam akan menyingkirkan hak asasi sebagai tujuan utama revolusi. Namun kebanyakan sejarawan masa kini mengakui bahwa perbedaan itu terlalu dibesar-besarkan. kebanyakan individu berpikir seperti itu pada abad ke-18 membayangkan kedua gagasan tersebut lebih sebagai dua sisi koin intelektual yang sama. revolusi biasanya diikuti kekerasan dalam skala besar. menurut kriteria ini, re-volusi Amerika dianggap relatif tenang. Ada sekitar 100.000 kaum Loyalis meninggalkan Negara Serikat yang baru. Beberapa ribu di antaranya merupakan anggota elite lama yang mengalami penyitaan properti dan digusur; yang lain adalah masyarakat biasa yang setia pada raja mereka. mayoritas mereka yang dikucilkan melakukan hal ini secara sukarela. revolusi ini memang membuka dan semakin meliberalisasi masyarakat yang memang sudah liberal.
 Di New York dan Carolina, estate luas kaum Loyalis dibagi-bagi di antara para petani kecil. Asumsi liberal menjadi norma sosial dalam kultur politik Amerikabaik dalam merombak Gereja Anglikan, prinsip pemilihan eksekutif nasional dan negara, atau ketidaksukaan meluas akan gagasan kebebasan individu. meski demikian, struktur masyarakat nyaris tidak berubah. Baik ada revolusi atau tidak, kebanyakan masyarakat tetap aman dalan kehidupan, kemerdekaan, dan kepemilikan mereka.


BAB III 
PENTUP
⦁    Kesimpulan
Perang Revolusi Amerika Serikat (1775–1783), Perang Kemerdekaan Amerika Serikat, atau Perang Revolusi saja di Amerika Serikat, berawal sebagai sebuah perang antara Kerajaan Britania Raya dan Amerika Serikat yang baru berdiri, namun perlahan menjadi perang global antara Britania di satu sisi dan Amerika Serikat, Perancis, Belanda, dan Spanyol di sisi lainnya. Perang ini dimenangkan oleh Amerika Serikat dengan hasil yang bercampur dengan kekuatan lainnya.
Kolonis Amerika Serikat membentuk Kongres Kontinental yang bersatu dan pemerintahan bayangan di setiap koloni, meski pada awalnya masih setia kepada Raja. Pemboikotan Amerika Serikat terhadap teh Britania yang terkena pajak mendorong terjadinya peristiwa Pesta Teh Boston tahun 1773, yang merupakan penghancuran muatan teh kapal Britania. London menanggapinya dengan mengakhiri pemerintahan mandiri di Massachusetts dan meletakkannya di bawah kendali pasukan Britania dengan Jenderal Thomas Gage sebagai gubernurnya. Pada bulan April 1775, Gage mengetahui bahwa persenjatan sedang dikumpulkan di Concord, dan ia mengirimkan tentara britania untuk merampas dan menghancurkannya. 
Pada tahun 1783, Traktat Paris mengakhiri perang dan mengakui kedaulatan Amerika Serikat atas teritori yang secara kasar dikelilingi oleh wilayah yang saat ini menjadi Kanada di utara, Florida di selatan, dan Sungai Mississippi di barat. Perdamaian dalam tingkat internasional disetujui yang diikuti serangkaian pertukaran teritori.





⦁    Saran 
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam tugas makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah yang kami susun tersebut. Kami selaku penulis banyak berharap para pembaca sudi memberika kritik dan saran yang tentunya membangun kepada kami, demi mencapainya kesempurnaan dalam  makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kami dan pada khususnya seluruh pembaca makalah ini. Saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi perbaikan makalah ini. Bagi para pembaca dan rekan-rekan lainnya, jika ingin menambah wawasan dan ingin mengetahui lebih jauh maka kami mengharapkan dengan rendah hati agar membaca buku-buku ilmiah.



                                                              DAFTAR PUSTAKA
BUKU: 
Alonzo L. Hamby. 2005. Garis Besar Sejarah Amerika Serikat. Amerika: Biro Program Informasi Internasional Departemen Luar Negeri A.S.
Rengganis Ratna. 2013. Sosok di Balik Perang. Jakarta: Raih Asa Sukses 
Soebantardjo. 1962. Sari Sedjarah Eropa-Amerika. Jogjakarta: Bopkri
INTERNET:
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Revolusi_Amerika_Serikat
http://syaharuddin.wordpress.com/2009/04/15/perang-kemerdekaan-amerika 1776-1783/
Share:

History is Never Dead

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Recent

About Us

Random